Senin, 09 Juli 2018

Keluarga Baru, Pengalaman Baru

Tepat 7 bulan yang lalu atau sekitar awal Tahun 2017 pertama kali menyapa suasana pulau Gili Genting, Sumenep. Perjalanan waktu itu yang hanya sekedar ingin berlibur bersama teman berubah setelah melihat daerah perkampungan dan aktivitas penduduknya yang menurutku ada beberapa perbedaan dengan daerah perkampungan di Madura umumnya. Dari adanya perbedaan itulah terbesit sepintas dipikiranku untuk ingin berbincang-bincang dengan penduduk asli atau sekedar bercengkrama hingga bisa mendapatkan informasi tentang apa, bagaimana keadaan masyarakat Gili Genting. Dengan waktu hanya beberapa jam saat itu akhirnya aku tidak mendapatkan yang aku inginkan dan pulang hanya membawa kesenangan menikmati liburan.

ariel ardian relawan kegiatan trip teaching Saghara Elmo
ariel ardian [relawan kegiatan trip teaching Saghara Elmo]

Beberapa bulan berlalu aku yang sering sekali update timeline Instagram hingga melihat akun Komunitas Saghara Elmo mengadakan program mengajar Trip Teaching to Gili Genting. Membaca program mengajarnya yang terlebih to Gili Genting aku pikir ini kesempatan untuk bisa mengetahui banyak hal tentang daerah Gili Genting, terlebih aku juga senang jika akan mempunyai teman baru dan tentu pengalamannya. Akhirnya aku tertarik untuk mengikuti open recruitmen Komunitas itu. Singkatnya, akupun diterima dengan beberapa persiapan hingga sampailah pada hari H tanggal 30 Agustus pemberangkatan.

Melihat teman-teman turun dari Bus nampaknya telah menginformasikan bahwa mereka telah sangat siap dan tidak sabar untuk segera mengajar di dua SDN di Bringsang. Maka di pertigaan Saronggi, tempat kami semua berkumpul bersama menuju pelabuhan Tanjung hingga menyeberangi laut menuju Gili Genting.

Hingga sampailah di pelabuhan Bringsang, Gili Genting sembari duduk menunggu Pak Pur yang katanya Iim bakal menjemput kami menuju SDN Bringsang I. Beberapa menit menunggu akhirnya datanglah seorang yang perawakannya tinggi besar, berkumis dengan pakaiannya yang sederhana ternyata beliaulah Pak Pur itu yang sampai saat ini akupun tak menyangka bahwa beliau bukanlah guru yang apatis seperti melihat pertama kalinya karna perawakannya menurutku yang agak garang.

Pak Riyadi yang kemarin malamnya sudah datang di SDN Bringsang I menyambut hangat kedatangan kami ketika upacara bendera hari senin berlangsung. Hari pertama adalah materi pertama dari kami juga pengalaman pertama bagiku mengajar anak Sekolah Dasar dengan berbagai kekurangan dan evaluasi di 5 hari berikutnya. Perbedaannya adalah hari kedua kami mengadakan pameran cita-cita dengan beberapa stand atau bazar dihalaman sekolah. Hari ketiga kami mulai mengajar di SDN Bringsang II dengan bergantian pengajar setiap harinya.

Tiba giliranku mengajar di SDN Bringsang II. Fahmi namanya, bertubuh kecil, kulit sawo matang, sedikit gemuk  adalah siswa kelas IV yang selalu aku ingat karna ketidakcerdasannya dari pada teman kelasnya yang dapat ranking kelas. Ia bukan anak yang cerdas atau pintar sekalipun namun mempunyai semangat belajar, percaya diri dan keingintahuan akan ilmu, selau ingin maju kedepan kelas menjawab jika terdapat pertanyaan dari kami. Begitupun ketika ia adalah siswa yang selalu datang dari SDN Bringsang II jika terdapat kegiatan mengajar diluar sekolah seperti sore hari dipantai atau dua hari sebelumnya di pameran cita-cita. Dari seorang Fahmi siswa kelas IV SDN Bringsang II aku mendapat pelajaran akan semangat belajar dan percaya dirinya. Apin, siswa kelas VI SDN Bringsang I juga selalu saya ingat akan cara belajarnya yang sambil becanda ala dia, namun pasti selalu bisa menjawab beberapa review materi. Dan beberapa anak SDN Bringsang I & II lainnya dengan semangat cara belajarnya masing-masing. Namun kurangnya semangat tenaga pengajar yang membuat proses belajar mengajar di dua SDN di Bringsang yang kurang memadai tak mematahkan semangat kami untuk bergantian memasuki kelas-kelas yang kosong tanpa guru pengajar.

Akupun banyak belajar dari seorang Pak Pur tentang bagaimana cara menyayangi dan mengayomi murid-muridnya yang nakal sekalipun, Pak Riyadipun juga aku belajar akan bagaimana menghargai nilai-nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Mereka berdua adalah orang-orang yang tidak pelit akan berbagi ilmu dan pengalaman semasa hidupnya.

Hari sabtu materi terakhir yang juga terakhir mengajar, aku diminta Pak Pur untuk membimbing anak-anak latihan gerak jalan dalam rangka Agustusan bersama rekan Nindya. Pengalaman baru juga sembari mengingat cara baris berbaris yang aku ketahui sejak di bangku sekolah dulu. Panasnya terik matahari menuju lapangan Ibrahim mencoba menguji keikhlasan dalam membimbing mereka. Namun kemenangan lomba sepak bola putra SDN Bringsang I yang saat itu bersamaan dilapangan, menjadi penyemangat untuk kembali mengajari latihan gerak jalan.

Hingga hari minggu 6 Agustus telah usai program Trip Teaching ini, maka dihari terakhir itu kami dibawanya oleh Pak Pur menyusuri daerah Gili Genting hingga sampailah kami di wisata pantai Kahuripan. Sampai kembali ke SDN Bringsang I tempat kami menginap, terkejutnya anak-anak yang ku kenal seperti Danil, Awang, Gayas dan Cahaya telah menanti dan bersiap mengantar kami menuju pelabuhan. Usai mempersiapkan barang bawaan, pertemuan terakhir untuk program ini bersama Pak Pur di ruang guru adalah momen yang sulit dilupa ketika usai berbincang akupun sempat memeluk beliau beberapa detik lamanya karna memang aku rasa Pak Pur adalah seorang yang sangat memberiku banyak inspirasi dan semangat hidup, tanpa timbal balik apa beliau seorang yang sangat ingin berbagi segala ilmu dan pengalamannya kepadaku dan rekan di Komunitas.

Aku rasa selama program Trip Teaching ini, setiap harinya aku rasa selalu mendapat ilmu dan pengalaman baru, keluarga baru bersama Komunitas Saghara Elmo. Aku bersyukur tiada hentinya telah diperkenalkan dengan Komunitas Saghara Elmo dalam hal ini yang mengikuti program ini Iim, Mbak Icha, Nindya, Aik, Avip dan Triatmaja telah banyak menginspirasiku. Terima kasih atas diterimanya aku di program ini sehingga impian awal ku ketika pertama kali mendatangi Gili Genting melebihi ekspektasiku dan bukan hanya mendapat pengalaman “Trip & Teaching” namun lebih dari itu.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *